Sertifikasi KEMNAKER RI
Bekerja di atas perancah (scaffolding) menyimpan potensi bahaya yang sangat fatal. Kegagalan struktur, pemasangan pengunci yang tidak presisi, hingga kelebihan beban dapat memicu runtuhnya perancah yang tak hanya menelan korban jiwa, tapi juga menghentikan total proyek konstruksi Anda. Melalui Pelatihan Teknisi K3 Perancah, kamu akan dibekali teknik perakitan dan pembongkaran yang aman, prosedur inspeksi kelayakan struktur, serta mengantongi lisensi teknis resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Program ini dirancang khusus untuk mencetak teknisi andal yang mampu menjamin stabilitas perancah, meredam angka kecelakaan kerja, dan memastikan kepatuhan hukum proyek Anda terhadap standar keselamatan nasional.
Pelatihan Teknisi K3 Perancah, merupakan pembinaan yang diprogram oleh Kementrian Ketenagakerjaan RI.
Persyaratan Peserta
Di sektor konstruksi, perawatan fasilitas industri, hingga pemeliharaan gedung, perancah (scaffolding) adalah struktur sementara yang sangat vital untuk mendukung pekerja dan material di ketinggian. Namun, di balik perannya yang krusial, perancah merupakan salah satu penyumbang angka kecelakaan kerja tertinggi. Insiden struktur yang ambruk akibat perhitungan beban pijakan yang salah, tanah yang tidak stabil, atau penggunaan material pipa yang tidak standar sering kali berujung pada cedera fatal bahkan hilangnya nyawa pekerja di lapangan.
Menyadari tingginya tingkat risiko tersebut, Pemerintah Indonesia menerapkan pengawasan yang sangat ketat melalui Permenaker No. 1 Tahun 1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan. Regulasi ini secara tegas mewajibkan setiap pekerjaan pemasangan, pemeliharaan, hingga pembongkaran perancah hanya boleh dilakukan oleh personel yang telah lulus uji kompetensi dan memiliki sertifikat sah sebagai Teknisi Perancah.
Menjawab kebutuhan mendesak industri akan pemenuhan kompetensi tersebut, Upaya Riksa Patra menyelenggarakan Pelatihan Teknisi K3 Perancah dengan lisensi resmi Kemnaker RI. Selama 4 hari pembinaan menggunakan metode Blended Training, para peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur ahli dan praktisi lapangan. Kamu tidak hanya sekadar diajarkan cara mengencangkan klem pipa, melainkan dituntut untuk menguasai dasar perhitungan beban (Safe Working Load), prosedur inspeksi visual kelaikan, hingga praktik bongkar-pasang perancah yang 100% aman bagi seluruh pekerja di sekitarnya.
Durasi : 4 Hari
Waktu : 08.00 s.d 17.00 WIB
Metode Training : Blended Training (Gabungan Training Online & Offline)
Instruktur yang akan memberikan materi terkait training Teknisi K3 Perancah, ini, adalah instruktur dari Disnakertrans, Kementrian Ketenagakerjaan RI dan Praktisi yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya yang sudah sering memberikan materi dalam setiap penyelenggaraan pembinaan Teknisi K3 Perancah.
A: Pelatihan ini sangat diwajibkan bagi scaffolder (pekerja pemasang perancah), mandor proyek konstruksi, teknisi pemeliharaan gedung/pabrik, serta personel HSE yang bertugas menginspeksi kelayakan perancah sebelum digunakan (scaffolding tagging).
A: TKBT atau TKPK berfokus pada teknik pergerakan dan perlindungan diri pekerjanya di atas ketinggian (seperti akses tali/rope access). Sementara Teknisi Perancah secara spesifik berfokus pada rekayasa struktur bangunannya—yakni cara merakit, menghitung beban, dan membongkar kerangka scaffolding secara aman.
A: Pembinaan ini diselenggarakan secara intensif selama 4 hari kerja (08.00 - 17.00 WIB) menggunakan metode Blended Training. Sesi teori dan regulasi K3 dibahas secara online, sementara praktik pemasangan, inspeksi, dan pembongkaran perancah dilakukan secara tatap muka (offline).
A: Tentu saja. Setelah menuntaskan pelatihan dan dinyatakan lulus ujian praktik, peserta akan mengantongi Sertifikat Kompetensi serta Lisensi (Buku Kewenangan) Teknisi Perancah yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.